"Jika anda ingin bahagia, maka terimalah penderitaan yang ada.
Setelah itu anda akan berkata (Bahwa penderitaan ternyata sangat menyenangkan)."- Dhiyrra
Hai hai, Assalamu'alaikum semangat malam sahabat.
Seperti biasa, setiap malam kita akan selalu ada pembahasan baru, namun mungkin ada beberapa pembahasan yang bisa dimasukan di pembahasan sebelumnya. Bagaimana kalau malam ini kita membahas tentang "BAHAGIA". Ya, saya sangat yakin semua orang pasti menginginkan kebahagiaan. Namun kebahagiaan yang sudah pernah kita rasakan hanyalah sementara.
Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa merasakan kebahagiaan yang benar-benar utuh, tanpa embel-embel sementara? Apakah bisa seperti itu?
Kalau saya sangat yakin itu bisa terjadi. Apakah anda juga yakin kalau anda bisa merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. Semoga anda sama-sama yakin seperti saya.
Baik, anda pasti bertanya-tanya, mengapa saya sangat yakin dengan jawaban saya.
Manusia dilahirkan kedunia dengan penuh kebahagiaan, penuh dengan harapan-harapan baik. Itulah salah satu yang menumbuhkan kebahagiaan yang tertanam didalam diri setiap manusia.
Manusia tidak bisa merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya karena kita sudah membuat batas-batas dari kebahagiaan itu sendiri. Batas seperti apakah itu?
Oke, sekarang tanyakan kepada diri anda saat ini juga. Bahagia yang anda inginkan seperti apa?
Jika kebahagiaan yang anda inginkan seperti ini:
- Memiliki kekayaan berupa (Memiliki uang yang melimpah, memiliki mobil yang banyak, bisa membeli apa yang anda inginkan,dll)
- Mendapat kenaikan gaji
- Di sanjung semua orang
- Menjadi orang terkenal
- Mendapat apa yang di inginkan
- Disenangi semua orang
- ... (Isi sendiri ya)
Apakah itu yang anda inginkan didalam kebahagiaan tersebut?
Lalu anda sangat menolak kedatangan yang sering anda sebut cobaan ini, seperti:
- Kebangkrutan
- PHK
- Dihina banyak orang
- Ide tidak dipercaya sama bos
- Di remehkan orang-orang yang berada di sekitar anda
- Perceraian
- Penolakan dari lingkungan anda
- ... (Isi sendiri ya)
Itulah dua hal yang sudah membuat anda tidak bisa merasakan kebahagian yang sebenarnya. Oke, kenapa seperti itu?
Sahabat, saya pun terkadang juga merasakan bahwa kebahagiaan yang sering kita inginkan itu tidak akan memunculkan rasa sakit didalam hati. Namun, saya sekarang sadar, bahwa rasa sakit tersebut bukan bersumber dari cobaan yang sedang saya terima. Tetapi saya sudah menolak kehadiran cobaan itu, sehingga saya tidak bisa merasakan keindahan yang ada didalam cobaan yang sedang saya alami. Keindahan yang seperti apa?
Keindahan yang akan membawa kita menjadi manusia yang lebih baik lagi, dan cobaan tersebut juga bagian dari kebahagiaan yang ada didunia ini. Jika kita bisa menerimanya dengan baik tanpa ada penilaian, tanpa ada pembatas antara dua hal tersebut. Jika anda ingin bahagia, maka terimalah penderitaan yang ada. Setelah
itu anda akan berkata (Bahwa penderitaan ternyata sangat menyenangkan).
Jika sudah seperti itu, kita akan merasakan kebahagiaan dalam keadaan
apapun.
Bagaimana pendapat teman-teman tentang "Bahagia" saat ini, setelah membaca tulisan ini?
Semoga kita bisa menghadirkan kebahagiaan yang sudah lama kita idam-idamkan untuk datang didalam kehidupan kita. Kebahagiaan itu ternyata sederhana, dimana disaat kita bisa menerima apapun yang hadir didalam kehidupan ini, dan menjalaninya dengan penuh pikiran positif.
Semoga kita bisa menghadirkan kebahagiaan yang sudah lama kita idam-idamkan untuk datang didalam kehidupan kita. Kebahagiaan itu ternyata sederhana, dimana disaat kita bisa menerima apapun yang hadir didalam kehidupan ini, dan menjalaninya dengan penuh pikiran positif.
Semangat malam sahabat. Semoga bermanfaat ya, terimakasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar