Teman

Jumat, 31 Agustus 2018

Bolehkah Aku Jatuh Hati?

Jika cinta itu nyata
Bolehkah aku memilikinya?
Jika rindu itu ada
Bolehkah aku menyimpannya?
Jika kasih itu tanya
Bolehkah aku mengucapkannya?
Jika semua itu salah
Bolehkah aku tanya mengapa?






Hujan yang membasahi bumi sudah mengering
Tangis yang membasahi pipi pun sudah mengering
Namun luka yang menusuk dalam hati tak jua mengering




 Kau....
yang membuatnya menjadi ada
Kau....
yang membuat tawa menjadi luka
Kau....
yang membuat bahagia menjadi duka
Kau....
yang ku kira indah menjadi tabu adanya


Laut yang tak membawamu ketengah kehidupannya
Karena ia tahu hanya tepi yang mampu membawamu menuju telaga kasihnya
Angin yang tak membawamu menembus pelangi dan menikmati warna sucinya
Karena ia tahu ada keindahan lain yang menunggumu dibawah sinar mega nantinya

Gumamku pada rasa
Gumamku pada asa
Salahkah ia yang ada
dan siapkah kata untuk meniadakannya


Bunga yang ku kira akan tetap mekar dalam hati
Kini layu termakan hujan airmata
Tanyaku mengapa
Diam mu ku tanya






Ini aku, yang bertanya "Bolehkah Aku Jatuh Hati?" padamu yang tak juga membuat angan ku menjadi nyata, tentang rasa, tentang asa, tentang kata, dan tentang aku dan hati itu, juga hatimu. Kau yang disana, membawaku dalam lamunan penuh tanya, tentang adakah rasa itu yang juga sama? Atau semua memang tiada, dan aku akan tetap membuatnya ada meski kau telah meniadakannya.

Tidak ada komentar:

Kita Akan Pulang

Sia-sialah perjalanan waktu setiap detik Ketika kita tidak memanfaatkannya dalam jalan yang baik Merugilah kita Umur kita tidak...